Pada kuliah umum pembatik level 4 pada tanggal 15 September 2020 yang disampaikan oleh Butet Manurung. Saur Marlina Br. Manurung, S. Ant adalah contoh kerja nyata yang dilakukan untuk merintis dan melaku pendidikan alternatif bagi masyarakat terasing dan terpencil di Indonesia. Panggilan yang melekat khas budaya Batak yang menyebabkan Beliau biasa dipanggil Butet. Sekolah rintisan pertama kali ia terapkan bagi masyarakat Orang Rimba yang mendiami Taman Nasional Bukit Dua Belas.

Tambahkan teks

Kisah kak Butet Manurung pada kali ini diawali dengan kolase yang menyadarkan kita bahwa ukuran pintar dan bodoh itu tergantung pada siapa yang berbicara dan lokasi tempat berada/lingkungan hidup/tempat tinggal. Kak Butet menceritakan kisah orang rimba yang memakai celana saja yang berguna untuk pertahanan di diri ketika berada di rimba, hal ini berguna untuk menjalani kehidupan di rimba agar bisa bertahan menghadapi halang rintang, seperti binatang buas "ada berunga mengejar agar mudah naik pohon sehingga mereka memakai celana dalam saja.  Ternyata ketika seseorang memakai baju lengkap akan mengalami kesulitan untuk menyelamatkan diri dari kejaran binatang buas.

Dari kondisi  yang sangat kontekstual itulah kak Butet mengdentifikasi tentang pendidikan yang menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Dari ilustrasi di atas dapat diambil kesimpulan jika pendidikan  harus dapat menyesuaikan diri dengan keadaan peserta didik. Dengan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik, maka pembelajaran dapat berjalan dengan baik.  Seperti diceritakan kak Butet, jika anak-anak tidak mau belajar menulis dengan pensil, sehingga dapat dialternatif dengan melakukan kegiatan menulis di tanah atau media lain yang tidak membuat anak Rimba ketakutan.

Pembelajaran yang dapat dari kisah kak Butet, jika kegiatan pembelajaran akan sangat manarik jika di sesuaikan dengan kondisi lingkungan anak didik berada. Kurikulum tidak perlu disamakan, karena kondisi daerah berbeda. Pembelajaran berbasis lingkungan akan membuat lingkungan anak berada akan dapat berkembang menjadi lebih baik. Tugas pendidik yaitu memfasilitasi peserta didik untuk untuk berkembang sesuai dengan kondisi anak berada, bukan membuat anak menjadi orang asing pada daerahnya sendiri dengan menghadirkan sesuatu yang jauh dari jangkauan anak didik.